Rencana Microsoft Akan Rilis Windows 8 di Tahun 2012 Mendatang

Agak kurang etis memang jika saat ini kita membahas Windows 8 mengingat pada saat ini saja rilis Windows 7 masih tampak terseok-seok dalam pemasarannya. Entah apa yang menyebabkan Windows 7 mengalami hal tersebut, namun yang pasti tentang desas desus akan segera hadirnya Windows 8 tampaknya saat ini tengah santer-santernya beredar dikalangan Microsoft itu sendiri.

Sedikit kita tengok sejenak keberadaan dapur Microsoft yang sedang menggodok ramuan terbaru Windows 8. Dan tahukah Anda bahwasanya para insinyur di Microsoft sendiri saat ini memang telah menyusun rencana dan strategi mengenai peran serta Microsoft pada masa yang akan datang. Dan ini bisa terlihat pada peta jalan yang dibangun untuk perencanaan pengembangan sofware yang akan digodok di dapur Microsoft.

Dari desas desus yang dimunculkan, ternyata rilis Windows Server adalah rilis berikutnya. Iterasi Windows selanjutnya dipatok sementara ini buat rilis pada tahun 2012 mendatang. Tentunya selama kurun waktu 3 tahun keberadaan Windows antara kemunculan Windows 7 dengan versi berikutnya memang benar-benar masuk akal dan bisa dipercaya. Baca lebih lanjut

Iklan

Belum Rilis, Windows 7 Sudah Kena Hack?

Menurut sumber MyDigitalLife, sebuah copy OEM (Original Equipment Manufacturer) Windows 7 Ultimate telah diposting di forum China, dimana OEM key tersebut telah teridentifikasi oleh hacker. Sebuah OEM activation key digunakan untuk meng-unlock multi copy Windows 7 Ultimate, dan kemudian agar dapat digunakan di mesin Dell, Hewlett-Packard, Lenovo dan MSI. OEM activation key yang ada di forum China tersebut sengaja ditampilkan untuk mengaktifkan copy-an Windows 7 Ultimate di PC. Bahkan, menurut MyDigitalLife, crack aktivasi software Windows 7 Ultimate tersebut juga dapat melewati proses validasi Microsoft Windows Genuine Advantage (WGA).

Jika laporan MyDigitalLife benar, maka ini bukan kali pertama activation key yang direncanakan untuk versi baru Windows, dibobol. Seperti contoh, activation key untuk product system Windows XP yang diluncurkan di bulan OKtober 2001, telah di-crack sebelum system operasi tersebut dirilis. Tahun ini, OEM activation key untuk Windows 7 Ultimate telah dibobol dari copy-an Windows 7 Ultimate DVD ISO untuk vendor PC, Lenovo yang diposting di forum China.

Menurut MyDigitalLife, ISO tersebut sangat cepat digunakan untuk mendapatkan boot.wim, yang kemudian digunakan untuk memperoleh product key OEM-SLP dan sertifkat OEM untuk Windows 7 Ultimate. Crack kunci aktivasi Windows 7 Ultimate tersebut hadir sebelum Windows 7 resmi dirilis ke OEM. Bahkan, vendor PC baru akan mendapatkan copy Windows 7 dua hari setelah OEM dapat di-download untuk pelanggan TechNet dan MSDN di tanggal 6 Agustus mendatang.

Untuk kasus cracking product aktivasi Windows 7 Ultimate ini, Microsoft menyarankan konsumen tidak men-download Windows 7 dari source yang tidak sah dan tidak dapat dipercaya. “Dengan men-download Windows 7 dari website peer-to-peer adalah pembajakan, dan dapat mengakibatkanresiko berbahaya bagi user, seperti adanya virus, Trojan dan malware lainnya. Resiko tersebut juga dapat menghapus data di computer dan mempermudah pencurian data, juga kriminalitas lainnya.” tandas Microsoft.

DHCP di Linux ( Red Hat )

–          Ketik “vi /etc/dhcpd.conf”

dhcpd

–          Di dalamnya tulis script seperti ini :

Ddns-update-style ad-hoc;

Subnet 192.168.7.0 netmask 255.255.255.0 {

Range 192.168.7.10 192.168.7.50;

Default-lease-time 60000;

Option subnet-mask 255.255.255.0;

Option broadcast-address 192.168.7.255;

Option routers 192.168.7.1;

Option domain-name-servers 192.168.7.7;

Option domain-name “vlail.com”;

}

–          Range = IP client awal sampai akhir, default-lease-time = waktu aktif, domain-name = domain.

–          Lalu save.

–          Lalu restart service dhcpd dengan mengetik “service dhcpd restart”.

–          Selesai.

Membuat Web Server di Linux ( Red Hat )

–          Pertama – tama ketik “vi /etc/httpd/conf/httpd.conf”

httpd1-indexphp

–          Lalu cari DirestoryIndex dengan cara mengetik “/DirectoryIndex”.

–          Tambahkan “index.php”.

–          Lalu cari ServerName dengan cara mengetik “/ServerName”.

httpd2-servername

–          Di bawahnya tambahkan “ServerName à ( domain )”.

–          Lalu pergi ke paling bawah.

httpd3

–          Ketik “:set number”.

–          Copykan dari “<VirtualHost *>” sampai dengan “</VirtualHost *>” dengan cara mengetik “: ( number a),( number b ) copy ( number c )”. Number a = number awal yang akan di copykan, Number b = number akhir, Number c = di copykan ke-.

httpd4

–          Setelah di copykan hapus semua tanda “#” di belakang script.

–          Lalu di samping DocumentRoot ganti dengan lokasi file index.php ( misal “/home/vlial/www” ), dan ServerName diganti dengan ( domain ), yang lainnya hapus.

–          Di bawah “#NameVirtualHost *” tambahkan “NameVirtualHost ( IP )”.

–          Lalu save.

–          Kemudian masuk “home” dengan cara mengetik “cd /home”, buat folder bernama “vlial” dengan cara mengetik “mkdir vlial”, lalu “cd vlial”, buat lagi folder “www” “mkdir www”, masuk folder “www” dengan mengetik “cd www”, di dalam “www” buat file “index.php” dengan mengetik ”vi index.php”, agar mudah kita akan membuat phpinfo saja sebagai contoh dengan mengetik “<? Phpinfo( ) ?>” di dalam “index.php”, lalu save.

–          Lalu restart service httpd dengan mengetik “service httpd restart”.

httpd-restart

–          Setelah berhasil untuk mengecek ketik “lynx www.vlial.com” <  misal.

Membuat DNS di Linux ( Red Hat )

–          Pertama – tama ketik “vi /etc/hosts”.

hosts

Tampilan Hosts

–          Di paling bawah tambahkan “( IP ) à localhost localhost.( domain )”.

–          Lalu ESC dan ketik “:x” atau “:wq” untuk save.

–          Setelah itu ketik “vi /etc/resolv.conf”.

resolv

Tampilan Resolv.conf

–          Di samping “nameserver” tambahkan ( IP ).

–          Lalu save.

–          Kemudian ketik “vi /etc/named.conf”.

named1

Tampilan Named.conf

–          Kemudian ketik “:set number”.

named2

–          Copykan dari 26 sampai 36 dengan cara mengetik “:26,36 copy 37”

–          Lalu ganti localhost dengan ( domain ), localhost.zone dengan “1”, 0.0.127 dengan kebalikan dari IP ( misal 192.168.7 menjadi 7.168.192 ), named.local dengan “2”.( Untuk 1 dan 2 sebenarnya bebas namun untuk mempermudah menggunakan yang mudah diingat ^_^ ).

named3

–          Lalu save.

–          Masuk ke “Named” dengan cara mengetik “cd /var/named”.

–          Kemudian copy named.local ke file “2” dengan cara mengetik “cp named.local 2”

–          Masuk file 2 ( vi 2 )

vi2

Tampilan file “2”

–          Di atas localhost pertama hapus dan ganti dengan ( domain ) dan localhost selanjutnya jangan di hapus tapi di tambahkan di sampingnya dengan domain.( Line 2 ).

–          Lalu di line 8 di samping “localhost” tambahkan ( domain ) dan jangan lupa titik di belakangnya.

–          Di line 9 pertama masukan ( IP host ) dantambahkan ( domain ) di samping “localhost”.

–          Lalu save.

–          Kemudian copy file “2” ke file “1” dengan cara mengetik “cp 2 1”.

–          Kemudian masuk ke file 1 ( vi 1 )

vi1

Tampilan file “1”

–          Di line 10 yang tadinya “IP host” diganti dengan “www”, “PTR” diganti dengan “CNAME”.

–          Di line 9 tambahkan “localhost  IN  A  IP”.

–          Save.

–          Restart service named dengan mengetik “service named restart”.

killall-hup-named

–          Bila belum bisa ketik “killall –HUP named”.

–          Lalu ping www.vlial.com < misal ( domain ), bila reply maka berhasil.

ping-wwwvlialcom

* “localhost”bisa di ganti dengan “server” bila di“/etc/sysconfig/network”nya server *

Mengisi IP di Linux ( Red Hat )

–          Ketik “vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0”.

ip

–          Ganti “IPADDR” sesuai keinginan.

–          Lalu save dengan cara ESC terlebih dahulu dan ketik “:x”

–          Kemudian restart service network dengan cara mengetik “service network restart”.

Distribusi Linux

Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai distro) yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di komputer (installer program).

Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (libraries), kompilator, dan penyunting (editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti dari BSD dan sistem grafik-X (X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.

Contoh-contoh distribusi Linux :

  • Ubuntu dan derivatifnya : Ubuntu Muslim Edition Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, GoBuntu
  • SuSE
  • Fedora
  • Mandriva
  • Slackware
  • Debian
  • PCLinuxOS
  • Knoppix
  • Xandros