Indonesia Raya Dihina??

Indonesia & Malaysia, 2 negara yang katanya serumpun, yakni rumpun Melayu, namun begitu hubungan keduanya sering mengalami pasang surut, diawali jaman bung Karno saat itu terbentuk Komando Ganyang Malaysia – tujuannya untuk menyerang kedaulatan negri Jiran itu. Lalu kasus klaim sepihak Malaysia akan Sipadan & Ligitan yang kemudian mereka dimenangkan oleh Mahkamah Internasional, rupanya 2 wilayah tersebut masih kurang bagi mereka, Ambalat lah dijadikan target selanjutnya – daerah yang kaya akan minyak ini – juga di klaim Malaysia berdasarkan peta Sipadan. Kemudian kasus pilu sebagian para TKI disana yang mengalami penyiksaan, diperlakukan tidak semestinya dan menderita. Rupanya kenakalan negri Jiran ini tidak sampai disitu, mereka secara berturut-turut mengakui budaya Indonesia, seperti batik, lagu rasa sayange dan terakhir tari pendet dari Bali.

Mereka berkilah bahwa tari pendet yang ditampilkan dalam iklan wisata Malaysia bertujuan untuk mempromosikan budaya Indonesia. Orang bego juga tahu kalau iklan itu tidak bertujuan untuk promosikan Indonesia, saya jadi curiga tujuan Malaysia sebenarnya ingin menunjukkan kepada dunia, bahwa di Malasyai “JUGA ADA BALI!” Karena Bali begitu terkenal dan memukau di mata Internasional, sampai-sampai ada slogan di masyarakat Eropa: Don’t die before you visit Bali!, dan mereka ingin menjadikan negaranya tujuan alternatif setelah Bali – yang mungkin sedang terpuruk – setelah beberapa kali kejadian bom. Atau mungkin nanti mereka akan mengklaim Bali sebagai wilayahnya? Allahu a’llam Bissawab!

Dan baru-baru ini ditemukan lagi tindakan kurang ajar orang Malaysia yang memelintirkan (memelesetkan) lagu kebangsaan Indonesia: Indonesia Raya, inilah hasil pelesetan mereka:

Indonesial National Anthem

Indonesial tanah Cairku
Tanah tumpah muntahku
Disanalah aku merangkak hina
Jadi kubur

Indonesial negara miskin ku
Bangsa Busuk dan Tanah Miskinku
Marilah kita semua tidur
Indonesial negara miskinku

Mati lah tanahku
Modar lah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Miskin lah jiwanya
Tidurlah badannya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Miskin
Mampous Modar
Datang kerja Malaysia
Tapi TKI Jadi perampok
Rompak Malaysia bawa wang ke Indon

Indonesial Pendatang Haram
Miskin lah Miskin lah
Datang Haram ke Malaysia
Tiada paspor
Bila kena tangkap dan hantar balik
Kata nya malaysia jahat

Indonesial Negara Perampok
Indonesial Menghantar perampok maling
pekerja TKI Indonesial
hantaq pi Malaysia

Indonesial Maling
Merampok lagu Malaysia
Mengatakan itu lagu mereka

Indonesial Tanah yang hina
Tanah gersang yang miskin
Di sanalah aku miskin Untuk slama-lamanya
Indonesial Tanah puaka
Puaka Hantu Kita semuanya
Negara luas hasil bumi banyak tapi miskin
Datang minta sedekah di Malaysia
Marilah kita mendoa Indonesial brengset

Gersang lah Tanahnya mundurlah jiwanya
Bangsanya Rakyatnya semuanya
Tidurlah hatinya Mimpilah budinya
Untuk Indonesial Miskin

Indonesial Tanah yang kotor Tanah kita yang Malang
Disanalah aku tidur selamanya bermimpi sampai mati
Indonesial! Tanah Malang Tanah yang aku sendiri benci
Marilah kita berjanji Indonesial miskin

Mati lah Rakyatnya Modar lah putranya
Negara Miskin Tentera Coma pakai Basikal
Miskinlah Negrinya Mundur lah Negara nya
Untuk Indonesial kurap.

Saya tidak tahu apa alasan mereka melakukan ini, sebegitu bencikah mereka terhadap kita sehingga lagu Indonesia Raya kebangsaan kita mereka plintir seenaknya? Bukankah kita serumpun atau karena serumpun jadi dapat diperlakukan sekarepnya? Memang perang di dunia cyber antara netter Indonesia VS netter Malaysia sering terjadi, baik perang antar cracker kita dengan mereka, perang mulut di forum-forum juga di Youtube dan milis. Dan perang polemik lewat blog dari yang santun hingga keluar semua nama-nama binatang dan kotoran.

Dan ada yg menarik karena ada seorang blogger bernama Panji, menyatakan bahwa pengarang lagu Indonesia Raya pelesetan tersebut bukan orang Malaysia namun orang Indonesia. Namun sayang sekali, beliau tidak menyertakan bukti pernyataannya kecuali intuisi dan konfirmasi temannya yang entah siapa orangnya.

Entah siapapun penulis/pengarang plesetan itu yang pasti Malaysia telah banyak melakukan salah kepada kita semua, dan, jadikan ujian ini sebagai motivasi bagi kita untuk maju dan menunjukan kepada mereka bahwa kita tidak serendah, sebodoh dan sehina seperti ucapan yang sering mereka lontarkan dengan nada menghujat. Walaupun terkadang saya bingung sendiri, yang maling mereka, kok kita yang dihina? Yang pasti yang salah akan terima akibatnya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: